Kamis, 19 Juli 2012

contoh skenario film pendek


Skenario Film Pendek
Judul : IBU
Tema : Kasih Sayang Seorang Anak Kepada Ibunya

Sinopsis :

  Pada ulang tahun ibunya, Andy ingin memberikan suatu hadiah. Namun, ia masih bingung hal apa yang akan ia berikan agar dapat membuat ibunya bahagia. Ia melakukan pencarian hadiah tersebut selama seharian penuh demi membuat ibunda tercintanya bahagia. Ia berusaha keras walaupun banyak halangan yang akan Ia hadapi.
Ø  Scene 1 :
INT. KAMAR.PAGI HARI
  Andy tertidur pulas di kamarnya yang berantakan walau sudah pukul 10.00 wib. Setelah beberapa saat, alarm pengingat hp milik andy berbunyi sangat keras. Alarm tersebut berisikan tentang hari ulang tahun ibunya. Andy bangun (hanya membuka matanya). Dia mencari-cari sumber bunyi alarm tersebut. Setelah ia mengetahui bahwa itu adalah bunyi dari alarm pengingat tentang hari ulang tahun ibunya, ia sangat kaget.
ANDY
(dengan kagetnya)
WADUH… KESIANGAN,
  Tanpa pikir panjang, Andy melempar selimutnya dengan berantakan di kamarnya dan berlari menuju kamar mandi.dengan sangat tergesa-gesa Andy keluar dari kamarnya.ia langsung berlari menuju kamar mandi dengan lari sempoyongan hampir terjatuh.
ANDY
(sambil berlari sempoyongan hampir terjatuh)
WADUH… C
OPOT… COPOT…
  Ia masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Ø  Scene 2 :
INT.KAMAR – PAGI HARI (10.10)
  Andy masuk ke kamarnya masih menggunakan handuk. Lantas Ia memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa. Dan Andy pun melihat jam saat itu pukul 10.10. Ia segera berlari keluar dari rumahnya.
Ø  Scene 3 :
INT.DEPAN RUMAH – SIANG HARI
Andy mengambil dompet dari saku belakangnya. Ia melihat tak ada uang dalam dompetnya.


ANDY
 (Andy bingung karena tak memiliki uang,dengan lirih ia berkata)
KOK ADA UANG…
MAU NGASIH IBU HADIAH APA KALO GINI…
Andy meneruskan perjalanannya.
Ø  Scene 4:
EXT.JALAN RAYA– SIANG HARI
  Di trotoar jalan raya Andy berjalan tanpa arah yang pasti karena tak tau arah yang Ia tuju. Sambil berjalan, Andy mengambil foto Ibunya dari saku kemeja yang Ia kenakan.
ANDY
(sambil terus berjalan di tengah kota,
Andy memandangi foto ibunya dengan tatapan sedikit sedih dan bingung. Ia berbicara dalam hatinya dengan suara pelan)
BU… ANDY HARUS GIMANA…?
ANDY UDAH GAK PUNYA APA-APA LAGI…
TAPI
ANDY PENGIN LIAT IBU SENANG DI ULANG TAHUN IBU INI…
ANDY MESTI NGASIH APA…?
  Andy terus berjalan sambil masih memandangi foto Ibunya.
Ø  Scene 5 :
EXT.DEPAN TAMAN– SIANG HARI
  Andy  berjalan menuju taman kota sambil memasukkan kembali foto Ibunya ke saku kemeja yang Ia kenakan tadi. Dengan bingungnya di siang hari yang panas itu Ia menuju ke dalam taman untuk beristirahat sejenak. Andy memasuki taman dan duduk di rerumputan taman tersebut.
ANDY
(sambil duduk dan memandang keramaian di sekitarnya,
Andy memikirkan sesuatu dan berbicara dalam hatinya)
SUDAH SIANG…
BELUM DAPAT APA-APA BUAT IBU…
TAPI GIMANA CARANYA BIAR DAPAT NGASIH SESUATU BUAT IBU…?
UDAH GAK PUNYA UANG, GAK KERJA,
MASA’ HARUS MINTA-MINTA SAMA ORANG…?
AH… PAYAH…
  Andy masih duduk di rerumputan taman. Ada gerombolan orang berdiri menghadap pohon rindang di taman. Andy memandangi dan memperhatikan gerombolan orang tadi. Salah satu dompet milik orang di gerombolan itu hampir keluar dari saku celana belakangnya. Andy memperhatikan hal tersebut. Dalam hati ia berkata.
ANDY
(duduk sambil memperhatikan dompet salah seorang di gerombolan tadi, ia berkata dalam hatinya)
AH… APAKAH INI AKHIRNYA…?
KALO KU AMBIL DOMPET ORANG ITU, MUNGKIN UANGNYA BISA BUAT BELI HADIAH IBU.
TAPI APA INI BENAR…?
UDAHLAH, GAK ADA CARA LAIN…
  Andy terus memperhatikan gerak-gerik orang tadi.
Ø  Scene 6 :
EXT.TAMAN – SIANG HARI
  Andy berdiri dari duduknya. Dengan sekikit bingung dan ragu-ragu Ia berjalan mendekati gerombolan orang tadi. Setelah Ia sampai tepat di belakang orang yang Ia incar tadi di gerombolan tersebut, Ia berhentin sejenak. Ia berdiri tepat di belakang orang tadi dan berpikir dalam hatinya.
ANDY
(sambil memandangi dompet milik orang tadi, ia berpikir)
 
LAKUKAN PA ENGGAK…
AH… MASA BODOH,
  Andy terus memperhatikan orang di sekitarnya. Andy berdiri tepat di belakang orang yang akan Ia ambil dompetnya tadi. Dengan memperhatikan keadaan di sekitarnya, Andy mengambil dompet dari orang tersebut secara perlahan agar orang tersebut tidak mengetahui saat dompetnya Ia ambil. Andy memasukkan dompet yang Ia copet ke saku celananya. Andy berjalan menjauhi orang tersebut perlahan-lahan. Andy berjalan keluar dari taman kota dengan sedikit was-was.
Ø  Scene 7 :
EXT. TOKO BUKU – SIANG HARI
  Di keramaian kota, Andy berjalan menuju ke toko buku. Andy memasuki took buku tersebut. Andy melihat-lihat buku-buku di rak toko buku tersebut. Andy mengambil salah satu novel di rak buku tersebut. Sambil melihat buku yang Ia ambil, Ia berpikir dalam hatinya.
ANDY
(memandangi novel yang ia ambil)
IBU SUKA NOVEL… TAPI IBU GAK BAKAL SUKA KALAU AKAU KAYAK GINI…
AH… TOH IBU JUGA GAK BAKAL TAU…
  Andy membawa novel yang Ia ambil tadi ke kasir toko buku tadi.


Ø  Scene 8 :
INT.TOKO BUKU – HAMPIR SORE HARI
  Andy menuju antrian di kasir toko buku. Andy mengambil dompet hasil copetnya tadi. Lalu melihat isi dari dompet tadi. Ia semakin bertambah bingung kala melihat banyak uang dan kartu kredit yang terdapat dalam dompet yang Ia ambil tadinya.
ANDY
(ia sangat bingung kali itu, ia berpikir)
GAK…
IBU GAK AKAN SUKA KALAU IA TAU INI BUKAN CARA YANG HALAL.
LEBIH BAIK GAK USAH AJA…
  Ia kembali memasukkan dompet hasil copetnya ke dalam saku celananya. Andy keluar dari antrian di kasir toko buku yang Ia datangi tadi. Andy menuju rak dimana Ia mengambil novel yang Ia akan beli tadi. Andy menaruh novel yang Ia ambil tadi pada tempatnya.
Ø  Scene 9 :
EXT.HALTE BUS – SORE HARI
  Ia terus berjalan di tengah keramaian kota. Ia kembali mengambil dompet yang Ia copet tadi dari saku celananya. Ia terus berjalan dan memandangi dompet yang Ia copet tadi dengan ekspresi bingung. Ia singgah sebentar di halte bus karena sedikit merasa kelelahan. Andy duduk di halte bus dan masih memandangi dompet yang Ia copet tadi. Di samping Andy ada seorang laki-laki yang memperhatikan Andy tanpa Ia ketahui. Andy terdiam dan berangan-angan tentang Ibunya dan masih diperhatikan oleh laki-laki di sampingnya.
ANDY
(melamun dan berangan tentang ibunya)
BU… MAAFIN
ANDY
ANDY UDAH GAK TAU MAU GIMANA LAGI BIAR ANDY BISA BUAT IBU BAHAGIA LAGI…
  Laki-laki di samping Andy masih memperhatikan lamunan Andy dengan pandangan sedikit penasaran.
  Laki-laki tadi lantas mendekati Andy. Laki-laki tersebut ngobrol dengan Andy.
LAKI-LAKI
(menepuk pundak
Andy)
MAS… KENAPA MELAMUN…?

ANDY
(kaget dan menjatuhkan dompet yang ia pegang)
EH…!!
IYA… IYA… ADA APA MAS…?

LAKI-LAKI
(mengulangi pertanyaannya dengan pelan-pelan)
KENAPA KOK MELAMUN…?

ANDY
(sambil mengambil dompet yang terjatuh)
GINI MAS…
JUJUR AJA, AKU TADI NCOPET DOMPET MILIK ORANG DI TAMAN KOTA.

LAKI-LAKI
(terkejut)
LOH… BUAT APA MAS??

ANDY
(dengan polosnya menjawab)
AKU BINGUNG MAS…
IBUKU ULANG TAHUN, TAPI AKU GAK PUNYA APA-APA BUAT IBU.
TERUS AKU NCOPET, TERUS UANGNYA MAU AKAU BELIIN BUKU BUAT IBU.
LAKI-LAKI
(mengerti apa yang dimaksudkan
Andy)
HMMM… BEGINI MAS,
SEBENARNYA GAK PERLU SAMPAI KAYAK GITU…
KALAU IBU MAS TAU KALAU MAS NCOPET DEMI HADIAH BUAT IBU MAS,
IBU MAS MALAH GAK SUKA…

ANDY
(menyaut omongan laki-laki tadi)
LHA TRUS AKU KUDU GIMANA MAS…?

LAKI-LAKI
MAS SEHARUSNYA TAU, SEMUA ORANG TUA AKAN BAHAGIA KALO PUNYA ANAK YANG SHOLEH YANG SELALU BERBAKTI SAMA ORANG TUANYA.
MAS GAK USAH NEKO-NEKO KAYAK GINI,
LAKUKAN APA YANG HARUS MAS LAKUKAN…

ANDY
(tersadar, memejamkan mata sejenak merenungi apa yang telah ia lakukan)
IBU MUNGKIN SUDAH MUAK MELIHAT KEBODOHANKU SELAMA INI,
SEKARANG AKU SADAR,
IBU SELAMA INI TAK MERASAKAN KEBAHAGIAAN KARENA AKU,
IBU HANYA BERSANDIWARA DAN MENYEMBUNYIKAN PERASAAN SEBENARNYA, KEBENCIANNYA PADAKU KARENA KEBODOHANKU,
MAAFKAN AKU IBU… MAAF…

LAKI-LAKI
(berbicara dengan lirih)
SEKARANG MAS LEBIH BAIK NGEMBALIIN DOMPET INI KE PEMILIKNYA,

ANDY
(dengan sigap menjawab)
IYA MAS…
MAKASIH BUAT SARANNYA…
  Andy menyalami laki-laki tadi dan pergi meninggalkan halte untuk mencari rumah orang yang Ia copet.
Ø  Scene 10 :
EXT.DEPAN RUMAH ORANG YANG DICOPET – SORE HARI
  Sambil membawa dompet, Andy mencocokkan alamat rumah dan alamat KTP di dompet tersebut. Ia tepat di depan rumah orang yang Ia copet dompetnya. Lalu memanggil pemilik rumah.
ANDY
(dengan kerasnya ia berkata di pinggir pagar rumah)
PERMISI… PERMISI…
PAK… ADA KIRIMAN…
  Andy menaruh dompet tersebut di depan pagar dan berlari meninggalkan dompet tersebut.
Ø  Scene 11 :
EXT.PEMAKAMAN – SORE HARI
  Andy memasuki tempat pemakaman. Ia menuju makam Ibunya. Ia duduk di sebelah makam Ibunya. Sambil memandangi makam Ibunya, dalam batin Ia berangan.
ANDY
(memandangi makam Ibunya dengan tersenyum dan dalam batinnya ia berjanji)
BU… SEKARANG
ANDY PAHAM,
SELAMA INI
ANDY SALAH, ANDY TERLALU MENYEPELEKAN SEMUA KESALAHAN YANG ANDY PERBUAT.
SEKARANG
ANDY INGIN IBU MERESTUI KEPUTUSAN ANDY,
ANDY AKAN MENIGGALKAN KEHIDUPAN LAMA YANG MEMBUAT ANDY BUTA AKAN KEBENARAN, TAK TAU AKAN APA YANG IBU INGINKAN SELAMA INI.

WALAU IBU MUNGKIN TAK MENDENGAR APA YANG
ANDY KATAKAN,
NAMUN, DI ALAM SANA NANTI IBU PASTI AKAN DAPAT TERSENYUM…
ANDY HARAP IBU BAHAGIA,
ANDY AKAN BERUSAHA MENGHILANGKAN KEBODOHAN ANDY,
ANDY AKAN BERUSAHA MENJADI ANAK YANG SHOLEH DAN MELAKUKAN APA YANG HARUS ANDY LAKUKAN.
MENINGGALKAN SEMUA YANG TAK HARUS
ANDY LAKUKAN.
ANDY BERJANJI,
GAK AKAN LAGI NGULANGI SEMUA KESALAHAN YANG
ANDY PERBUAT…

Ø  Scene 12 :
EXT.DEPAN GERBANG PONDOK PESANTREN – MALAM HARI
  Andy yang sebelumnya adalah seorang remaja yang tak tau apa-apa tentang Agama, Moral maupun Akhlak. Kini menjadi sadar karena pembicaraannya dengan Seorang Pria yang Ia temui di halte bus yang membuat Andy berjanji pada Alm.Ibunya dan dirinya sendiri untuk menjadi manusia yang lebih baik dengan mengubah kehidupan tak menentunya. Andy kini pindah di salah satu Pondok Pesantren untuk menuntut ilmu Agama,Akhlak,Moral dan untuk memperbaiki nilai kehidupan yang belum Ia dapatkan sebelumnya…
  Andy berdiri di depan gerbang Ponpes dengan tersenyum. Andy berjalan memasuki Ponpes tersebut.

SEKIAN DAN TRIM’S

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar